Selamat Datang Di Blog SMPN 1 Wajak Kabupaten Malang

Studi Wisata Adiwiyata Ke SMPN 5 Kepanjeng dan PLTA Karang Kates

Kegiatan ini bertujuan untuk melatih para kader Adiwiyata mengenai lingkungan sekolah sehat.

Upacara Peringaan Hari Pahlawan

Foto bersama petugas upacara seusai pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2012 se-Kecamatan Wajak di Lapangan SMPN 1 Wajak

Banner Hutan Sekolah

SMPN 1 Wajak yg berkeinginan memiliki hutan sekolah mulai merintis terwujudnya sekolah yang nyaman dan asri.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kegiatan Penanaman Pohon

Setiap kegiatan yang dilakukan selalu ada penanaman pohon sebagai kepedulian terhadap lingkungan SMPN 1 Wajak agar asri, rindang dan nyaman.

Minggu, 20 Desember 2015

Kelas IX B ..Kelas Berbasis Lingkungan

Pada tahun pelajaran 2015-2016, ada yang baru di SMP Negeri 1 Wajak, satu diantaranya adalah kelas berbasis lingkungan. Dari sejumlah agenda yang diprogramkan SMP Negeri 1 Wajak untuk meningkatkan kepedulian pada lingkungan antara lain..
1.Lomba Lingkungan Kelas
2.Bhakti Sosial 2016
3.Piket Lingkungan  selama liburan semester 1
4.Maju dalam Adiwiyata Nasional 2016
5. dll

Lomba lingkungan Kelas periode bulan November 2015, telah mengantarkan kelas IX B menjadi juara 1. Hal ini sangat beralasan karena secara fisik kelas IX B lebih rapi (administrasi, penataan kls), dan yang paling utama adalah kegiatan kelas IX B yang sangat peduli pada lingkungan, mulai dari taman kelas, kebun kelas, slogan-slogan lingkungan. Hal ini senada dengan pernyataan ibu Dra.Rusdiany Anthony selaku wali kelas IX B, bahwa beliau menginginkan agar anak-anak peduli pada lingkungan, dalam hal kebersihan, keindahan, bahkan penanaman tanaman di sekitar kelas.


Senin, 16 Februari 2015

LUBANG RESAPAN BIOPORI (LRB)

Biopori secara alamiah dan ilmiah diartikan lubang-lubang di dalam tanah yang terbentuk akibat berbagai aktifitas ornganisme seperti cacing, perakaran, rayap dsb.Lubang-lubang yang terbentuk akan terisi udara dan akan menjadi tempat berlalunya air di dalam tanah. Bila lubang-lubang seperti ini dapat dibuat dengan jumlah yang banyak maka kemampuan dari sebidang tanah untuk meresapkan air akan meningkat dan memperkecil peluang terjadinya aliran air di permukaan tanah. Atau dengan perkataan lain dapat mengurangi banjir. Agar lebih banyak biopori-biopori di dalam tanah, biasanya di dalam lubang biopori buatan (secara vertikal) diisi dengan bahan organik seperti sampah-sampah organik rumah tangga, rumput atau vegetasi lainnya. Bahan organik dalam biopori ini kelak akan menjadi sumber energi bagi organisme di dalam tanah sehingga aktifitas mereka akan meningkat, dengan meningkatnya aktifitas mereka maka semakin banyak biopori yang terbentuk. Kesinergisan antara lubang vertikal yang dibuat dengan biopori yang terbentuk akan memungkinkan lubang-lubang ini  di manfaatkan sebagai lubang peresapan air yang murah dan ramah lingkungan Lubang resapan ini dijuluki LRB (Lubang Resapan Biopori).
Lalu bagaimana membuat LRB, berikut kami posting  cara membuat lubang biopori sebagaiaman yang kami peroleh dari Balai Lingkungan Hidup Kab Malang.
1. Pilihlah daerah yang tepat semisal di sekeliling pohon, halaman rumah,kantor dll
2. Lubang tanah dengan diameter 10 - 30 cm dengan kedalam 80 - 100 cm menggunakan alat pembuat biopori atau sejenisnya.
3. Perkuat mulut biopori dengan paving block atau semen
4.isilah lubang tsb dengan sampah dapur, rumput, pangakasan daun
5.isi lagi lagi lubang tsb jika volume lubang berkurang
6.Kompos diambil setiap akhir musim kemarau bersamaan dengan pemeliharaan kembali lubang resapan biopori tersebut.

(diketik ulang oleh Agus Imam Syafii_Tim Adiwiyata SMPN1 Wajak Kab.Malang)

POKJA KAMAR MANDI


Pokja kamar mandi / toilet  dibawah bimbingan Drs.Suwandi dan Suprapti Hariati,S.Pd , beknerja mengawasi dan mengatur hal - hal yang berkenaan dengan kebersihan dan kenyamanan di kamar mandi /wc. Jadwal piket kebersihan sudah sejak awal digulirkan (2013) oleh tim GNBN,bahwa piket di bebankan pada satu pokja tetapi tanggung jawab semua kelas (7-8-9) yang jadwal piketnya mengikuti tanggal / kalender. Semisal setiap tanggal 1 yang piket kelas 7A dst.
Selain tugas tersebut...pokja toilet ini tidak lupa juga memberi sosialisasi ke kelas-kelas.

















Foto piket kebersihan (atas) dan sosialisasi kebersihan toilet di kelas-kelas (bawah)....
Bersih kamar mandiku...cermin perilaku kebersihanku...(selamat bekerja pokja kamar mandi)....

OVITRAP

Program Kerja Ovitrap
1.Setiap hari Jum'at membuang air dalam kaleng ke tempat yang terkena sinar matahari
2.Membersihkan dan mengisi kembali kaleng dengan air bersih
3.Menutup kaleng dengan kain kasa hitam yang sebagian besar terendam air
4.Mengikat kain kasa pada kaleng
5.Meletakkan kaleng tersebut pada tempat yang gelap / yang terindikasi banyak nyamuk
6.Kembali lagi ke langkah ke 1
7.Sosialisasi ke kelas-kelas

Motto Pokja Ovitrap :
" Mari Perangi Nyamuk Tanpa Pestisida" dengan 3MO
1.Menutup
2.Menguras
3.Mengubur
4.Ovitrap


Foto Sosialisasi Ovitrap ke Kelas Oleh Pokja Ovitrap (atas) dan daftar hadir sosialisasi (bawah)
Selamat Bekerja Pokja ovitrap...dari waktu ke waktu...perangi nyamuk tanpa pestisida.

Senin, 26 Januari 2015

Bhakti Sosial SMP Negeri 1 Wajak Th.2015

Sebagaimana tahun yang lalu, acara ini diagendakan tiap tahun yang bertepatan dengan Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW th.1436 H dan hari - hari yang bernuansa lingkungan hidup. Pada Bulan Januari 2015 tepatnya Hari Selasa, kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kab. Malang Ir. Budi Iswoyo,MM selaku pimpinan Apel pada kegiatan tersebut. Bpk.Kadiknas Kab.Malang memberi apresiasi yang luar biasa atas upaya bhakti sosial tersebut. Bhakti sosial tahun ini memberikan bantuan sembako kepada 700 mustakhiq serta pemberian pengobatan ringan gratis dan penanaman pohon perindang di lingkungan SMP Negeri 1 Wajak.
Hadir juga dalam kegiatan tersebut dari Ibu Rohani dan Bpk Budi dari BLH Kab.Malang, Komunitas Kepanjen Ijo, Keluarga Besar SMPN 1 Sumberpucung, Muspika Kecamatan Wajak, Anggota DPRD Dapil 3 (Wajak) Kepala UPTD Kec. Wajak, serta Bpk/Ibu Kepala Desa Se Kecamatan Wajak berikut Komite Sekolah dan paguyuban wali murid, tidak lupa dari Bank Jatim KCP. Malang di Turen juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Dalam laporannya Ibu Wahyu Setyaningsih,M.Pd selaku KS SMP Negeri 1 Wajak menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah menanamkan peduli lingkungan, peduli sosial  kepada peserta didik serta civitas akademik di lingkungan SMPN 1 Wajak.
Di awali dengan memberikan yel-yel adiwiyata dengan penuh semangat  Ibu Wahyu Setyaningsih ..
Salam Bumi........pasti lestari
Adiwiyata.........Bisa
Adiwiyata Mandiri.....pasti Bisa
Jawa Timur... Jaya-jaya luar Biasa
Kab.Malang....Madep mantep
SMPN 1 Wajak...semangat-semangat-semangat pantang menyerah 
Tayangan yang info  dapat dilihat di..
 Batu TV , Selasa 27 Januari 2015 pukul 18.00 WIB  atau Rabu, 28 Januari 2015 Pukul 2015
Sedangkan tayangan selengkapnya durasi 1 jam dapat dilihat di Batu TV pada hari Selasa, 3 Februari 2015 pukul 18.00 WIB

Berikut liputan dokumentasi kegiatan Bhakti Sosial...
1. Kepala Diknas , Ir. Budi Iswoyo,MM berserta Ibu Puji, Pengawas Sekmen Drs.Djoko Agus Riyanto dan KS SMPN 1 Wajak ibu Wahyu S, KS SMPN 1 Sbr Pucung Bpk.Sudarmoko


 2. Keluarga Besar SMPN 1 Sumberpucung berkenan hadir dalam kegiatan Bhakti Sosial

3.Slogan Bhakti Sosial
 4. Para Mustakhiq dari Desa Sukoanyar ikut hadir dalam ceremonial Bhakti Sosial
 5. Layanan Pengobatan Gratis kerja sama dengan PUSKESMAS Kec. Wajak
 6. Pameran Hasil Karya Siswa-siswi reuse-recycle
 7. Foto Bersama Civitas Akademik SMPN 1 Wajak dan SMPN 1 Sumberpucung
8. Fota Bersama dengan Kadiknas Kab Malang, BLH dan Pengawas Sekmen
9.
 10. Bank Jatim Ikut Berperan Aktif dalam kegiatan Bhakti Sosial tahun ini...terima kasih

Senin, 27 Oktober 2014

3R

Kamis, 06 Maret 2014

POKJA KEBUN

Kelompok kerja Kebun yang baru saja dibentuk, tidak ingin ketinggalan dengan pokja yang lain langsung menyusun program dan setahap demi setahap mulai membuahkan hasil. Jerih payah anak-anak sudah mulai bisa dirasakan baik dari segi pengalaman atau tanaman yang baru saja disemai sudah mulai "ngelilir" sebagai tanda awal kehidupan, awal sumber oksigen yang baru...alhamdulillah.